Humas SH Terate Jalani Diklat Level Intermediate di Pusat Madiun

oleh
oleh

pshttuban.com – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun menggelar Diklat Kehumasan Level Intermediate di Graha Krida Budaya, Jalan Merak Nomor 10–17, Kota Madiun, Jawa Timur.

Kegiatan ini diikuti oleh 154 peserta yang merupakan delegasi atau perwakilan Humas Persaudaraan Setia Hati Terate dari seluruh cabang di Jawa Timur.

Diklat Kehumasan tersebut dibuka secara langsung oleh Ketua Dewan Pusat PSHT, Kangmas H. Issoebiantoro, dan dilaksanakan selama dua hari, mulai 10–11 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Kangmas H. Issoebiantoro menegaskan bahwa Humas memiliki peran strategis dalam menjaga nama baik dan martabat organisasi. Menurutnya, Humas PSHT dituntut untuk bekerja secara profesional, terkoordinasi, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Humas yang berdaya dan profesional akan membawa SH Terate terus tumbuh dan memberi manfaat yang luas,” ujar Kangmas Issoebiantoro, Sabtu (10/1/2026).

Sementara itu, Ketua Umum PSHT, Kangmas R. Moerdjoko HW, menyampaikan bahwa diklat ini bersifat aplikatif dan menuntut keaktifan peserta dalam menyerap serta mempraktikkan materi yang diberikan.

Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi sarana peningkatan kapasitas Humas agar mampu menjalankan perannya secara efektif di setiap tingkatan organisasi.

“Pelatihan ini dirancang untuk memberikan penguatan kapasitas Humas secara nyata. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin,” ungkapnya.

Menurut Kangmas Moerdjoko, tingginya antusiasme peserta mencerminkan kesungguhan PSHT dalam membangun sistem komunikasi organisasi yang tertata, solid, dan berkesinambungan.

Ketua Biro Humas Pusat PSHT yang diwakili oleh Kangmas Dwi Sudarsono menyampaikan bahwa diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi kehumasan PSHT dalam menghadapi dinamika komunikasi publik yang semakin cepat dan terbuka di era digital.

Selain peningkatan keterampilan teknis, peserta juga dibekali pemahaman tentang pentingnya etika bermedia sebagai bagian dari upaya menjaga marwah persaudaraan.

“Santun, cerdas, dan beretika adalah kunci dalam menyampaikan informasi secara tepat dan bijak, sekaligus menjaga marwah serta nama baik persaudaraan,” pungkas Kangmas Dwi Sudarsono. (Suwanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


No More Posts Available.

No more pages to load.