Pshttuban.com – Suasana malam Ramadan di Mushola MTs Tarbiyatul Islam Soko terasa berbeda pada Sabtu malam (14/3/2026). Keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Ranting Soko, Cabang Tuban Pusat Madiun, menggelar rangkaian kegiatan spiritual sekaligus pembinaan bagi para siswa.
Kegiatan diawali dengan salat tarawih berjamaah. Di bawah cahaya lampu mushola yang temaram, para warga, pelatih, dan siswa larut dalam ibadah. Suasana khidmat itu tidak hanya menghadirkan ketenangan batin, tetapi juga mempererat tali persaudaraan di antara anggota.
Malam Ramadan tersebut menjadi lebih dari sekadar rutinitas ibadah. Bagi keluarga besar SH Terate Ranting Soko, momen itu dimanfaatkan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual yang menjadi bagian penting dalam ajaran Setia Hati.
Usai tarawih, kegiatan dilanjutkan dengan tes ke-SH-an bagi siswa privat. Ujian ini merupakan tahapan penting dalam proses pembinaan di tubuh SH Terate. Tidak hanya menguji kemampuan teknik, tes tersebut juga menilai pemahaman siswa terhadap nilai-nilai luhur seperti budi pekerti, kejujuran, dan tanggung jawab sebagai calon pendekar.
Di waktu yang sama, para siswa juga mengikuti khataman sebagai bagian dari tradisi pembinaan spiritual. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan batin bagi para siswa agar tetap menapaki jalan ajaran Setia Hati Terate yang menjunjung tinggi nilai persaudaraan tanpa memandang latar belakang.
Seluruh peserta mengikuti rangkaian tes dengan tertib dan penuh kesungguhan. Para pelatih serta pengurus ranting turut mendampingi jalannya kegiatan untuk memastikan proses pembinaan berjalan sesuai dengan nilai-nilai yang diwariskan dalam tradisi Setia Hati Terate.
Kehangatan persaudaraan semakin terasa ketika seluruh peserta kemudian berkumpul untuk sahur bersama. Kebersamaan sederhana di penghujung malam Ramadan itu menjadi simbol kuat bahwa persaudaraan dalam SH Terate tidak hanya terjalin di arena latihan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua SH Terate Ranting Soko, Kang Mas M. Soleh, S.Pt., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun keseimbangan antara kekuatan fisik dan kematangan spiritual para siswa.
“Momentum Ramadan ini kami manfaatkan untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat nilai-nilai ke-SH-an kepada para siswa. Harapannya, mereka tidak hanya kuat dalam kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki akhlak, tanggung jawab, serta jiwa persaudaraan yang tinggi,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan berakhir menjelang dini hari. Sekitar pukul 03.00 WIB para peserta kembali ke rumah masing-masing dengan membawa semangat baru. Di balik latihan dan ujian yang mereka jalani, tersimpan pesan luhur tentang persaudaraan yang terus dijaga dan diwariskan oleh keluarga besar SH Terate dari generasi ke generasi.(M. Mursyid/Humas Ranting Soko)





