Sarasehan SH Terate Palang, Kangmas Harsono Tekankan Budi Luhur dan Cinta Tanah Air

oleh
oleh

Pshttuban.com – Puluhan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Ranting Palang mengikuti kegiatan sarasehan dan syukuran warga baru yang digelar di Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, Tuban, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Dewan Pusat SH Terate Madiun, Kangmas Drs. H. Harsono, M.M., sebagai narasumber.

Ketua SH Terate Ranting Palang, Mas Usman, mengatakan bahwa pada tahun ini terdapat 66 warga baru yang telah disahkan menjadi warga SH Terate. Mereka berasal dari berbagai rayon di wilayah Kecamatan Palang.

“Alhamdulillah, tahun ini ada 66 warga yang disahkan sebagai warga baru SH Terate Ranting Palang,” ujar Mas Usman.

Ia menjelaskan, syukuran warga baru tahun ini dikemas dalam bentuk sarasehan dengan menghadirkan Kangmas Harsono untuk memberikan materi mengenai nilai-nilai ke-SH-an kepada seluruh warga yang hadir.

“Kami bersyukur karena sarasehan ini dapat dihadiri Kangmas Harsono dari Dewan Pusat Madiun untuk menyampaikan wawasan dan penguatan nilai-nilai ke-SH-an kepada kami,” katanya.

Dalam pemaparannya, Kangmas Harsono menegaskan bahwa warga SH Terate harus senantiasa memegang teguh ajaran budi luhur dan persaudaraan yang diwariskan oleh para sesepuh serta pendahulu SH Terate. Selain itu, warga juga harus memiliki jiwa patriotisme dan cinta Tanah Air sebagaimana dicontohkan para guru SH Terate.

“Budi luhur dan persaudaraan sebagai ideologi SH Terate harus dipegang teguh,” tegasnya di hadapan para peserta.

Harsono juga mengingatkan agar seluruh warga terus menjaga persaudaraan, saling menghormati, dan saling menyayangi di tengah berbagai perbedaan.

“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah belah. Dengan saling menghormati akan lahir keharmonisan, dan itulah yang membuat perbedaan menjadi indah,” pesannya.

Menutup pemaparannya, Kangmas Harsono mengimbau seluruh warga SH Terate agar turut menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat serta tidak terlibat dalam aksi-aksi yang dapat mengganggu kamtibmas. Menurutnya, kemampuan pencak silat seharusnya dibuktikan melalui prestasi dalam kejuaraan resmi, bukan melalui perkelahian.

“Jangan berkelahi. Jika ditantang, jangan diladeni. Kalau kalah memalukan, kalau menang pun tidak membanggakan,” pungkasnya. (Luqmanul Hakim/Humas Cabang Tuban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


No More Posts Available.

No more pages to load.