Pshttuban.com – Menyambut malam Satu Suro atau 1 Muharam 1448 Hijriah yang jatuh pada tahun 2026 ini, keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Ranting Jenu, Cabang Tuban, menggelar malam tirakatan dan doa bersama. Kegiatan sakral yang berlangsung khidmat di Aula Padepokan PSHT Ranting Jenu ini menjadi momentum penting untuk melakukan muhasabah sekaligus meneguhkan kembali nilai-nilai luhur organisasi.
Ketua SH Terate Ranting Jenu, Kangmas Gianto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa malam tirakatan ini bukan sekadar tradisi rutin tahunan, melainkan sebuah ikhtiar spiritual untuk merefleksikan diri (introspeksi) guna membawa organisasi menjadi lebih kokoh dan bermanfaat bagi masyarakat.
”Malam ini adalah malam yang sakral bagi seluruh warga SH Terate di penjuru dunia. Kita berkumpul untuk melakukan muhasabah, mengevaluasi diri secara lahir dan batin, serta memohon kemudahan dan kelancaran untuk seluruh agenda organisasi ke depan,” ujar Gianto di hadapan ratusan pengurus, pelatih, warga, dan calon warga SH Terate yang hadir.
Mendoakan Calon Warga Baru
Dalam prosesi yang disimbolkan dengan pemotongan beberapa tumpeng sebagai wujud visualisasi rasa syukur dan doa tersebut, Gianto secara khusus mengajak seluruh warga senior untuk menyisipkan doa bagi keselamatan dan kelancaran proses pengesahan calon warga baru SH Terate tahun 2026.
”Di tengah-tengah kita, ada adik-adik calon warga tahun 2026 yang terus aktif berkegiatan. Mari kita antarkan mereka melalui doa-doa terbaik agar seluruh prosesi pengesahan nanti berjalan lancar dan mereka resmi menjadi bagian dari keluarga besar kita,” tambahnya.
Persaudaraan Sejati Tanpa Memandang Status Sosial
Lebih lanjut, Gianto mengingatkan esensi utama dari ajaran para pendiri (muasis) SH Terate, yaitu membentuk manusia berbudi pekerti luhur yang tahu benar dan salah, serta bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia menekankan bahwa dalam ikatan persaudaraan SH Terate, tidak ada sekat ataupun perbedaan status sosial.
”Kita tidak bisa memilih dilahirkan dari keluarga berpangkat, kaya, petani, atau kurang beruntung. Itu adalah ketetapan dan rencana Tuhan. Oleh karena itu, di dalam SH Terate, persaudaraan (seduluran) tidak boleh membedakan latar belakang. Kita semua sama,” tegas Gianto.
Ia mencontohkan keberagaman profesi yang ada di jajaran pengurus Ranting Jenu, mulai dari pekerja proyek, guru, pengusaha, jurnalis, hingga petugas keamanan. Perbedaan profesi dan nasib tersebut dinilai sebagai kekayaan organisasi, sementara ikatan batin mereka tetap satu karena diikat oleh sumpah dan air keceran yang sama.
”Masa depan SH Terate berada di pundak kita bersama. Hubungan antara yang muda menghormati yang tua, dan yang tua menyayangi yang muda harus terus dipupuk. Itulah persaudaraan sejati yang diharapkan para pendiri kita, persaudaraan yang kekal abadi (tanpa pegat senajan dinebas pedang ligan),” pungkasnya.
Acara malam tirakatan di Ranting Jenu ini berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kedamaian, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut bulan Suro yang dilakukan secara serentak oleh keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Tuban.







