pshttuban.com – Sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan mulai dicoba diubah menjadi sumber energi alternatif oleh warga Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Ranting Senori, Cabang Tuban, Pusat Madiun.
Inovasi tersebut dikembangkan di Padepokan SH Terate Ranting Senori. Sampah plastik yang sulit terurai diolah menggunakan teknologi pirolisis hingga menghasilkan cairan hidrokarbon yang selanjutnya melalui proses destilasi.
Gagasan itu diperkenalkan dalam deklarasi bertajuk “Mengendalikan Sampah Plastik dengan Memanfaatkannya Menjadi Energi Minyak Terbarukan” yang digelar di padepokan SH Terate Ranting Senori, Sabtu malam (26/9/2026).
Inisiator kegiatan, Mas Agus Sutarno, mengatakan pengolahan tersebut berangkat dari persoalan sederhana yang dihadapi masyarakat, yakni keberadaan sampah plastik yang terus bertambah dan sulit terurai.
Menurutnya, melalui proses pirolisis, plastik dipanaskan dalam reaktor tertutup dengan kondisi minim atau tanpa oksigen. Proses termokimia tersebut memecah rantai polimer plastik menjadi senyawa hidrokarbon dalam bentuk uap.
“Tujuannya untuk memecah rantai panjang polimer plastik yang susah hancur menjadi rantai hidrokarbon yang lebih pendek berupa fasa uap atau gas,” ujar Mas Agus saat demonstrasi alat.
Uap yang dihasilkan kemudian dikondensasikan dan dipisahkan melalui proses destilasi. Dari proses tersebut dihasilkan beberapa fraksi hidrokarbon yang karakteristiknya menyerupai kelompok bahan bakar seperti gasoline, kerosin, dan diesel.
Mas Agus menjelaskan, pemanfaatan teknologi tersebut masih terus dikembangkan, termasuk untuk mengetahui kualitas dan penggunaan masing-masing produk hasil pengolahan.
Sementara itu, Ketua SH Terate Ranting Senori Cabang Tuban, Kangmas Zakki Mubarok, mengatakan inovasi tersebut tidak hanya berbicara mengenai teknologi, tetapi juga bagian dari upaya warga SH Terate memberikan manfaat kepada lingkungan dan masyarakat.
“Ini adalah wujud nyata ajaran SH Terate Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta Dur Hangkara. Artinya, kita harus ikut menjaga keindahan dunia dan memberantas angkara murka, termasuk angkara murka sampah yang merusak lingkungan,” kata Kangmas Zakki.
Menurut Mas Zakki, pengolahan sampah plastik menjadi energi alternatif diharapkan dapat memberikan dua manfaat sekaligus. Selain mengurangi sampah yang berpotensi mencemari lingkungan, hasil pengolahannya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan energi masyarakat.
Penggunaannya antara lain tengah diarahkan untuk kebutuhan bahan bakar kompor, mesin diesel pertanian, hingga kebutuhan energi lainnya, dengan tetap memperhatikan pengujian dan kelayakan penggunaan produk yang dihasilkan.
“Ke depan, SH Terate Ranting Senori berencana meningkatkan kapasitas alat pirolisis agar dapat dikembangkan di ranting-ranting wilayah Cabang Tuban dan juga dimanfaatkan masyarakat umum,” ujarnya.
Langkah tersebut, diharapkan menjadi bagian dari pengabdian sosial warga SH Terate. Padepokan tidak hanya menjadi tempat latihan pencak silat, tetapi juga ruang bagi warga untuk mengembangkan gagasan yang berkaitan dengan persoalan sosial dan lingkungan.
Dengan pendekatan tersebut, sampah plastik yang sebelumnya dianggap sebagai beban lingkungan mulai dilihat sebagai bahan baku yang masih memiliki nilai guna.(Istihar/Ranting Senori)






