Semangat Patriotisme Pendiri PSHT Harus Tetap Dilestarikan

oleh
Ketua Umum PSHT Pusat, Kangmas R. Moerdjoko HW

pshttuban.com – Pendiri Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Eyang Hardjo Oetomo diakui kiprahnya dalam perjuangan Kemerdekaan RI. Dengan diberikan gelar sebagai Pahlawan Perintis Kemerdekaan RI.

Ketua Umum PSHT Pusat, Kangmas R. Moerdjoko HW, melalui chanel youtube mengingatkan kepada seluruh warga tentang kiprah, semangat dan perjuangan pendiri PSHT. Agar para warga dapat mengenang, memahami dan mewarisi semangat pendiri SH Terate. “Eyang Hardjo sangat gigih mendidik para pemuda waktu itu,” katanya.

Mendirikan SH Terate sejak 1922 awalnya tidak mudah. Karena upaya mendidik pemuda bangsa selalu dihalang-halangi oleh penjajah. Bahkan berganti-ganti nama agar eyang pendiri SH Terate dapat terus mendidik pencak silat.  “Apa yang beliau laksanakan waktu itu tentu dengan tidak mudah. Karena selalu dihalangi oleh penjajah. Namun beliau tidak putus asa,” imbuhnya.

Perjuangan keras untuk terus mendidik para pejuang bangsa diakui oleh pemerintah. Hingga diberikan gelar sebagai pahlawan perintis kemerdekaan RI. “Beliau diakuai oleh pemerintah dengan mendapat gelar sebagai pahlawan perintis kemerdekaan,” tegasnya.

Jiwa patriotism yang dimiliki oleh pendiri PSHT harus diwarisi oleh setiap warga. “Satu hal yang wajib kita lestarikan dan tanamkan kepada jiwa kita adalah patriotisme. Cinta tanah air, bangsa dan negara. Jiwa patritisme harus kita tanamkan kepada generasi muda kita,” harapnya.

Meski eyang Hardjo sudah berpulang, tahun 1974, para penerus SH Terate memperkuat jiwa patirotisme agar terus diwariskan kepada para warganya. Dengan Ikrar Kesetiaan kepada Bangsa dan Negara. Yang isinya adalah apabila Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI ada yang berani mengganggu gugat, maka seluruh pendekar PSHT akan berjuang mempertahankan sampai titik darah penghabisan.

“Ini harus kita tanamkan kepada generasi muda SH Terate. Tidak ada lagi generasi SH Terate yang memiliki sifat bertentangan para pendiri dan leluhur. Memusuhi sesama anak bangsa, berbuat ulah tidak mencerminkan sifat watak patirotisme. Sudah tidak saatnya berhura-hura hanya untuk menunjukkan egoisme kita masing-masing,” jelasnya.

Kangmas Moerdjoko menegaskan bahwa Pencak Silat adalah buda bangsa dan budaya bangsa adalah jati diri bangsa. Bangsa yang kehilangan kepribadiannya adalah bangsa yang terjajah. “Pencaksilat adalah budaya bangsa, budaya bangsa adalah sekaligus jati diri bangsa. Dengan kita melestarikan pencaksilat berarti kita ikut menjaga jati diri bangsa,” pungkasnya. NAL

Selengkapnya dalam video berikut :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.