Ranting Bangilan Gelar Pertandingan Antar Ranting

oleh
PRESTASI : Suasana salah satu pertandingan.

pshttuban.com – Ranting Bangilan, Cabang Tuban, menggelar pertandingan pencak silat antar ranting wilayah Tuban selatan, sejak Sabtu (05/02/2022) sampai Senin (07/02/2022) di Desa Bangilan, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban.

Ketua Panitia Kegiatan, Susilo dalam sambutan pembukaan Kejuaraan SH Terate Bangilan Cup tahun 2022 menjelaskan peserta diikuti 8 ranting. Ranting Bangilan, Ranting Singgahan, Ranting, Senori, Ranting Kenduruan, Ranting Parengan, Ranting Soko, Ranting Montong dan Ranting Jatirogo. Dengan jumlah peserta 118 atlet yang terbagi 62 putra dan 49 putri. “Terima kasih atas kehadiran dan partisipasinya kepada semua pihak,” katanya.

Ketua SH Terate Cabang Tuban, Kangmas Lamidi, berharap dalam pelaksanaan kegiatan selalu menerapkan protokol kesehatan. Baik para pihak yang terlibat langsung maupun masyarakat.

“Kami ucapkan terima kasih, kepada semua komponen dalam kejuaraan ini. Kita dituntut bermain yang bagus dan sesuai ajaran SH Terate. Kalau latihan sungguh-sungguh warga SH Terate akan diterima di masyarakat luas,” jelasnya.

Wakil Bupati Tuban, Kangmas Riyadi yang juga warga SH terate menyampaikan bahwa warga SH Terate yang disahkan jangan melupakan para pelatih dan pendahulu. Serta dididik SH Terate tidak hanya menjadi pendakar jagoan silat, namun juga memiliki budi pekerti luhur tahu benar dan salah.
Termasuk dalam bertanding, diharapkan para pesilat juga mampu “menang tanpo ngasorake”. Gunaka kemampuan silat di gelanggang bukan di jalanan.

“Untuk bisa jadi agen perubahan, dimanapun adik-adik berada harus bisa jadi teladan. Tidak hanya prestasi silat juga akademik. Ketika di rumah, rumah tangga, lingkungan atau di masyarakat harus jadi teladan. Adik-adik beruntung, masa muda dilewati tidak dengan main saja, tetapi ikut latihan SH Terate,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Pengkajian Ajaran Pusat, Kangmas Didik Mukrianto menjelaskan SH Terate memiliki keilmuan baik fisik maupun kerohanian yang sangat terukur. Dengan teknik-teknik yang memang rumit dan bertahap.

Setiap warga SH Terate diharapkan mampu memberikan kemanfaatan di masyarakat. Karena sudah didik fisik dan moral di SH Terate sebagai bekal dalam menjalani kehidupan.

“SH Terate tidak sekedar ilmu fisik juga ilmu pengendalian diri, sehingga mampu melahirkan generasi-generasi handal bisa di terima dimana saja. Makanya SH Terate harus mampu hidup di semua perbedaan, SH Terate harus mampu menjadi perekat perbedaan,” katanya. NAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.