Pengambilan Tanah dan Air Ranting Soko, Simbol Keberagaman SH Terate

oleh
SAKRAL : Ketua SH Terate Ranting Soko, Kang Mas Sholeh, S.Pt. saat mengambil tanah di wilayah tertinggi Kecamatan Soko. (pshttuban.com/humas ranting soko)

pshttuban.com – Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Ranting Soko, juga turut melaksanakan rangkaian kegiatan menyambut 100 tahun SH Terate. Dengan melakukan pengambilan tanah dan air di seluruh rayon, Sabtu (18/06/2022).

Diawali Sabtu pukul 20.00 WIB dilakukan pembacaan tahlil bersama yang ditujukan kepada para leluhur dan pendiri SH Terate. Kemudian dilakukan pembagian peralatan untuk pengambilan tanah dan air. Serta mengingatkan tata cara pengambilan tanah dan air sebagaimana instruksi pusat dan cabang.

Pengambilan tanah dan air di Padepokan Ranting Soko dilakukan oleh Ketua Ranting Kang Mas Sholeh, S.Pt. dan Penasehat Ranting, Mas Andhi Hartanto, S.Pd. Selepas itu, kemudian para koordinator rayon kembali ke rayon masing-masing untuk melaksanakan hal serupa dan menyimpan sementara.

Acara dilanjutkan Ketua Ranting bersama pengurus ranting didampingi Pengamanan Terate (Pamter) dibagi menjadi 2 kelompok barat dan timur. Untuk mengambil tanah dan air di wilayah tertinggi di Kecamatan Soko. Kelompok barat bertugas pengambilan tanah di Desa Klumpit yang  dipimpin oleh Ketua Ranting Soko. Sedangkan kelompok timur dengan tugas pengambilan air di Desa Jegulo yang dipimpin oleh penasehat ranting.

Acara dilanjutkan hari beirkutnya,  Minggu (19/06/2022 ) penyerahan tanah dan air dari rayon kepada ketua ranting soko, Kang Mas Sholeh,S.Pt di padepokan SH Terate Ranting Soko. Dengan acara Kirab Budaya. Tanah dan air dari masing-masing rayon kemudian disatukan dengan tanah dan air yang diambil dari Padepokan ranting. Tanah dan air yang terkumpul kemudian akan diserahkan kepada Ketua SH Terate Cabang Tuban.

“Air dan tanah simbol keberagaman wilayah dari berbagai macam suku, budaya dan latar belakang keyakinan. Akan disatukan dalam wadah perguruan dan organisasi SH Terate. Tanah adalah bagian dari unsur manusia yang berasal dari tanah dan kembali ke tanah. Air adalah wujud refresentasi dari sebuah filosofi (Dadio banyu ojo dadi watu). Bahwa manusia harus bisa menjadi air yang bersifat menyejukan dan bersifat lemah lembut tapi berkekuatan besar sehingga memecahkan batu,” Kata Kang Mas Sholeh. (Humas Ranting Soko) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.