Ranting Montong, Ini Makna Penyerahan Tanah dan Air Simbol Doa Penuh Kesakralan

oleh
KHUSYU : Para sesepuh SH Terate Ranting Montong, memimpin acara penyerahan tanah dan air dari rayon-rayon di Pendopo Padepokan SH Terate Ranting Montong, Rabu (15/06/2022). (pshttuban.com/Ahmad Amin)

pshttuban.com – Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Ranting Montong, Cabang Tuban, menjalani proses pengambilan tanah dan air selama 2 hari. Yakni sejak Selasa (14/06/2022) hingga Rabu (15/06/2022). Dimulai dari slametan di Padepokan Ranting, kawasan Desa Montongsekar, Kec. Montong.

Acara dimulai dengan pembacaan tahlil bersama ditujukan kepada para pendiri dan sesepuh SH Terate.  Kemudian dilakukan pengambilan tanah di Kawasan padepokan oleh salah satu sesepuh ranting, Kang Mas Sono. Serta pengambilan air di Kawasan sumber mata air Sendang Kalangan oleh sesepuh ranting,  Kang Mas Sunardi. Didampingi Kangmas Drs. Ahmad Usdianto, M.Pd. dan Kang Mas Cipnal Muchlip M, S.E. beserta para koordinator rayon dan Pamter.

Usai kegiatan ini, para koordinator dan pengurus rayon Kembali ke rayon masing-masing untuk melaksanakan kegiatan serupa. Rayon-rayon mengambil tanah dan air di padepokan atau lokasi latihan. Serta mengambil air dari kawasan sumber mata air di Kawasan desa masing-masing. Dengan berpedoman sesuai dengan instruksi cabang.

Rabu (15/02/2022) giliran para koordinator rayon menyerahkan tanah dan air kepada Ketua Ranting Montong, Kang Mas Ahmad Usdianto di Pendopo Padepokan SH Terate Ranting Montong. Tanah dan air dari rayon-rayon tersebut kemudian disatukan dengan tanah dan air yang diambil ranting. Untuk selanjutnya akan diserahkan kepada pengurus cabang sesuai jadwal. Serta akan dilanjutkan ke pengurus pusat.

“Dengan dijadikanya satu tanah dan air dari rayon hingga pusat, itu mempunyai makna yang sangat sacral. Sebagaimana kita semua se-nusantara ini agar tidak bercerai berai. Bisa kokoh, kuat dan Bersatu. Baik dalam maupun luar negri. Karena ini adalah hajat dulur-dulur seluruh penjuru dunia,” kata Kang Mas Ahmad.

Sementara itu, Kang Mas Cipnal Muchlip M, S.E., menyampaikan teknis pengambilan tanah dan air melibatkan seluruh pihak dalam SH Terate. Laku orang SH Terate adalah doa, maka kegiatan ini juga wujud doa dalam bentuk laku dan simbolisasi.

“Ranting kuat karena rayon, cabang kuat karena ranting begitupun seterusnya. Semua tanah dan air ini akan jadi satu di Pusat Madiun. Seperti halnya Persaudaraan Setia Hati Terate yang cuma ada satu yaitu SH Terate Pusat Madiun,” tegasnya. Ahmad Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.